adik datang..

yupp, adiknya Raya sudah datang di rahim saya sekarang. alhamdulillah..

kehamilan yang tidak diduga. suami memang pengin nambah anak dalam waktu dekat, tapi saya penginnya setelah wisuda baru hamil. biar satu-satu mikirnya :mrgreen:. tapi ternyata adik sudah datang duluan sebelum tesisnya selesai. atau mungkin memang Alloh kasih rejeki hamil biar saya ngebut nyelesain tesis ya?

yang bikin saya takjub adalah Raya. mungkin dia sudah merasakan kalau adiknya datang. Raya berubah jadi perhatian, misalnya kalau saya batuk Raya akan elus punggung saya sambil bilang “nggak pa pa ya, nanti diuap ya mami”😁. pun ketika pertama kali ke dokter untuk memastikan saya hamil atau tidak. ketika saya berbaring untuk usg, Raya sampai berdiri mendekat lihat maminya diapakan. oya, sama sekarang Raya bisa menerima kalau ada adik yang akan lahir. padahal sebelumnya tiap disinggung tentang punya adik, Raya langsung berubah jadi bayi lagi. yang minta gendong, minta nenen, merangkak dan kegiatan bayi lainnya.

saat ini adik sudah berusia 10 minggu dikandungan. dan dalam waktu 30 minggu kedepan masih harus kembali mempersiapkan mau lahiran dimana dan dibantu siapa karena setelah melahirkan Raya dulu, kami sekeluarga pindah ke Karanganyar (Solo). jadi harus shopping nakes lagi, cari yang cocok dihati, cari yang cocok sama adik, cari yang cocok sama birth plan, dan berjodoh membantu adik lahir kelak.
231016 – stephia

9 bulan, cukupkah ?

Menurut keilmuan dan tercantum juga di Hadist, lama waktu wanita hamil adalah 9 bulan 10 hari.  Betapa baiknya Alloh memberi waktu sekian lama untuk calon orang tua mempersiapkan kelahiran anaknya. Mempersiapkan disini, dalam arti semuanya ya. Ya biaya, ya kebutuhan, ya ketrampilan merawatnya.

Alhamdulilah saya ketahuan hamil waktu usianya masih muda, 6 minggu. Jadi ada banyak waktu untuk menabung mempersiapkan biaya persalinan, biaya kebutuhan bayi baru lahir, dan biaya untuk akikahnya. Saya juga jadi punya banyak waktu untuk belajar memberdayakan diri selama hamil. Lagi-lagi saya bersyukur karena menemukan artikel tentang gentle birth di female daily dan akhirnya memaksa saya untuk mengklik website bidan kita. Sejak itu, setiap ada waktu luang dikantor atau malam sebelum tidur, saya sempatkan untuk “belajar” dari web/ facebook bidankita, grup GBUS (Gentle Birth Untuk Semua) di facebook. Dari situ saya dapet ilmu tentang gentle birth, hypnobirthing, waterbirth, keyakinan untuk mampu melahirkan alami, dan segudang ilmu tentang hamil dan proses melahirkan.hasil perburuan

Hampir setiap hari membaca dari HP/ komputer, mata saya sepertinya mulai complain. Karena itu saya paksakan kaki saya untuk ke toko buku, kegiatan yang sudah lama sekail tidak saya lakukan.  Saking semangatnya, saya sampai ndlosor-ndlosor milih bukunya :D. Hari itu saya dapet 2 buku tentang gentle birth dan hypnobirthing. Selain buku, saya juga beli gym ball untuk latihan pelvic rocking dirumah.

Tamat baca 2 buku tersebut masih tetep saja kurang. Rasanya banyak materi/ bagian di buku itu yang belum bisa saya praktekin sendiri. Hadeuh, susah juga ternyata belajar sendiri. Dan memang sepertinya bukan tipe saya untuk belajar sendiri, saya perlu mentor untuk membimbing saya. Browsing-browsing lagi, cari-cari info lagi dimana saya bisa belajar. Alternatifnya ada 3, pelatihan hypnobirthing dengan Ibu Lanny Kuswandi di Pro V klinik, pelatihan hypnobirthing dengan Mba Evariny dirumahnya dan pelatihan hypnobirthing dengan Bidan Yesie di Bidan kita Klaten.

Tadinya saya dan suami sudah membulatkan tekad untuk menyempatkan waktu pulang ke Solo dan belajar ke Klaten sekalian survey tempatnya, karena jika memungkinkan kami ingin si baby lahir disana. Tapi setelah tanya-tanya dan email-email ke Bidan Yesie, biaya yang dikeluarkan cukup banyak kalau saya harus ke Klaten. Belum lagi pertimbangan kondisi perut yang semakin membuncit. Yasudahlah, kami banting setir ke Mba Evariny. Ceritanya bisa dibaca disini.

Sekarang usia kandungan saya sudah 6 bulan, yang harus saya pelajari sudah tambah lagi. Kali ini tentang perawatan & pengasuhan bayi,  mulai tentang menyusui, asi perah sampai tentang popok. 😀

Fiuh, mau masuk tahap baru dikehidupan memang susah ya. Kalau dulu masih ada guru/ pembimbing yang bimbing tiap mau masuk tahap pendidikan yang lebih tinggi. Nah sekarang, semua harus dipelajari dan dipersiapkan sendiri.

Semoga sisa waktu yang masih sekitar 3 bulan ini bisa cukup untuk saya mempersiapkan yang terbaik untuk seorang manusia baru yang akan lahir dari rahim saya..

Is it food craving (ngidam)..?

Sejak pertama kali mengetahui kalau saya hamil. Rasanya ga sabar untuk ngerasain yang namanya ngidam. Penasaran, kayak apa rasanya pengen sesuatu sampe harus dituruti biar anak yang dikandung ga ileran. Kalau dari cerita-cerita yang pernah saya dengar tentang ngidam, biasanya keinginan itu datang tiba-tiba dan aneh. Misalnya: tengah malem pengen mangga muda padahal ge ga musim, tiba-tiba pengen makan sate padang langsung di Padangnya (lebay) 😀

Jadi kemarin setelah sholat Idul Adha di Istiqlal, saya tiba-tiba inget kebiasaan keluarga saya di Solo. Biasanya setelah solat Ied didekat rumah, kami ga langsung pulang tapi cabut cari sarapan. Paling sering papa mama ngajakin makan soto, entah soto seger, soto gading, soto sastro, soto kartosuro, pokoknya judulnya soto. Karena itu, waktu ketemu misua ditempat parkir langsung request soto! Tapi bukan seperti soto yang ada di jakarta (bersantan/ berlemak). Saya pengen soto bening seperti di Solo. Nah lo…

Bingung cari kemana, untungnya adik ipar dari Semarang yang hobi masak lagi main ke Jakarta. Akhirnya saya dibuatkan sepanci soto yang saya inginkan. Hari itu saya sampai makan 4/ 5 kali sehari.

Hahahaaa…

So, is it a food craving or not..?