Beranda » Uncategorized » HPL oh HPL

HPL oh HPL

HPL atau Hari Perkiraan Lahir adalah tanggal perkiraan kapan bayi didalam kandungan akan lahir. Biasanya dihitung dari HPHT (Hari Pertama Mens Terakhir) dan perhitungan ini berlaku untuk wanita yang siklus menstruasinya 28 hari. Karena saya salah seorang wanita istimewa (hehe), siklus mens saya suka-suka. Kadang pas 28 hari, kadang lebih panjang, kadang ga mens juga😀. Perhitungannya, di hari pertama mens itulah dianggap konsepsi/ pembuahan terjadi, padahal kan ga mungkin mau berhubungan sutri ya, secara lagi mens gitu. Makanya HPL dihitung 40minggu dari HPHT kemudian  masa suburnya 2minggu setelah siklus mentruasi, jadi bayi lahir saat usianya sekitar 38minggu setelah pembuahan.

Nah gimana dengan saya? HPHT memang saya catat, tapi karena siklus yang ga teratur itu HPHT saya ga bisa jadi patokan HPL. Jadi HPLnya dilihat dari ukuran janin saat USG. Duluuuuu banget waktu pertama kali periksa USG ke dr. Dyah di YPK, HPL saya 20 Mei 2013. Karena dr. Dyah cuti melahirkan, USG kedua saya ke dr. Rima di YPK juga HPLnya berubah ke 27 Mei 2013. USG yang ketiga masih di dr. Rima, HPL berubah lagi ke tanggal 25 Mei 2013. Setelah itu saya pindah ke dr. Bob di HOHC karena pengen USG 4D. Di mesin USG dr. Bob tertulis HPL saya 24 Mei 2013. Hmmm, berubah-ubah terus ya. Akhirnya buat patokan saya sendiri, saya anggap 24 Mei 2013 ini sebagai HPL si baby dalam perut.

Hari ini tanggal 24 Mei 2013. Berarti HPL saya hari ini donk!!!

Tapi saya kok masih anteng-anteng aja dirumah. Kontraksi palsu juga masih belum kebayang kayak apa rasanya. Tapi perut sering banget kenceng-kenceng. Terakhir nanya ke dokter, kontraksi itu rasanya seperti apa? Kata dokter, rasanya seperti mau pup dan mules-mules. Hmm, saya kok juga ga ngerasain gitu ya. Dan kenceng-kenceng di perut yang saya rasain itu katanya bukan kontraksi. Saat yoga di bidan, saya nanya apa ada kemungkinan kesamaan antara ibu saya saat hamil saya dulu dengan saya sendiri hamil sekarang ini. Jawabnya YA. Haduh padahal cerita ibu saya, dulu saya itu dibilang ga mau lahir hingga lewat HPL dan akhirnya dipaksa lahir dengan vakum. Mengingat itu saya tambah lagi afirmasi positif untuk proses kelahiran nanti, “saya mampu melahirkan normal alami”. Fyi, 3 kali ibu saya hamil – melahirkan, semuanya lewat dari HPL. Kata ibu saya juga, 3 kali beliau melahirkan normal tidak pernah merasakan mulas saat mendekati proses kelahiran. Nah lo!!  Bingung lagi deh, apa patokan yang saya pegang untuk menentukan kapan berangkat ke Nakes dan melahirkan si baby ini.

Ah, sudahlah..

Biarin aja HPL lewat. Namanya juga PERKIRAAN, bisa tepat bisa juga meleset. Saya menganggapnya sebagai proses dimana saya masih harus lebih sabar lagi, lebih rajin lagi olah raga, lebih teliti lagi perhatikan gerakan bayi, lebih rajin induksi alami, lebih sering ngobrol sama baby dan juga lebih pasrah ke Alloh. Oia satu lagi, karena saya adalah wanita istimewa seperti ibu saya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s