Beranda » Uncategorized » Sabaaaarrrr

Sabaaaarrrr

Menjadi orang yang sabar memang suliit. Saat ini saya sangat merasakan kesabaran saya diuji. Saat-saat melahirkan yang harusnya ditunggu-tunggu dengan penuh sukacita menajdi masa tunggu yang cukup menyiksa buat saya. Bagaimana tidak, sejak masih aktif dikantor, hampir semua orang menanyakan kapan saya cuti, kapan saya melahirkan. Setelah cutipun, bukan berarti pertanyaan –pertanyaan itu berakhir. Saya tetap menerima pertanyaan lewat sms, whatsapp dan sosial media. Capek rasanya mendengar semua itu, dan itulah yang membuat saya semakin hilang kesabaran untuk segera melahirkan. Ingin rasanya pertanyaan-pertanyaan itu bisa segera saya jawab dengan “udah lahir kemarin, cowok, normal alami, panjang 49, berat 3,2 kg”.

Ditambah lagi, ada satu fenomena unik dikantor saya. Ketika hamil, pasti akan ada istri atau malah teman sekantor yang juga hamil. Begitupun dengan saya, ada seorang istri teman saya yang hamil usianya persis dengan usia kehamilan saya. Tidak lama kemudian, seorang teman dilantai yang berbeda juga mengabarkan kehamilannya. Saat-saat akhir saya mau cuti, teman selantai saya ikutan hamil juga. Ternyata hamil pun bisa menular ya. Heheheheeeeeee😀

Nah, yang bikin saya tambah ga sabar bin galau adalah istrinya si teman yang usia hamilnya persis dengan saya sudah melahirkan tanggal 15 mei 2013 kemarin. Huft, semakin bertubi-tubi pertanyaan yang saya terima. Selain pertanyaan-pertanyaan dari luar, saya juga jadi mengevaluasi diri sendiri. Kok saya belum melahirkan? Apa saya kurang gerak? Ga juga sepertinya, sejak cuti saya merasa menjadi lebih banyak bergerak dibanding saat masih kerja bahkan cenderung memaksa supaya terus bergerak. Apa saya kurang olahraga? Ga juga deh, setelah cuti saya lebih sering berjalan kaki untuk baby (maksudnya memang diniatkan untuk membantu baby supaya gampang lahir, bukan jalan di mal untuk cuci mata) bahkan dengan jarak yang lebih jauh. Dan masih banyak pertanyaan kenapa-kenapa dikepala saya.

Mungkin memang saya kurang pasrah kepada Sang Pemberi Hidup. Saya masih ingin ikut campur urusan yang mutlak hanya milikNya. Seperti artikel di GBUS yang baru saya temukan kemarin, melahirkan itu ditopang oleh 3 kaki yaitu medical science, art/ culture dan spiritually.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s