Beranda » My Story » My pregnancy » (nonton) Water Birth

(nonton) Water Birth

Sabtu, 27 April 2013 kemarin saya mendapat pengalaman yang sangat luar biasa. Saya melihat secara langsung proses melahirkan alami dengan water birth di Klinik Mba Erie di Citayam. Pelajaran buat saya yang sangat penting untuk mempersiapkan kelahiran si baby diperut. Semua terjadi tidak direncanakan, pagi saya hanya mengontak mba Erie untuk yoga di kliniknya. Selesai yoga, sambil menunggu ojek  saya dan suami ngobrol banyak hal dengan mba Erie. Bukan Cuma obrolan seputan kehamilan dan kelahiran saja tetapi semua hal yang memang pengin kami obrolkan. Ini juga salah satu kelebihan mba Erie dengan nakes lain, ia menganggap klien-kliennya sebagai teman bahkan saudara. Rasanya jadi tenang dan nyaman ngobrol sama dia.

Eh ngelantur deh, mau cerita proses melahirkan kok sampe kemana-mana. Hihihihiiiii.

Jadi si ibu ini dateng Jumat malam dengan pembukaan 1, karena rumahnya jauh jadi memutuskan untuk stay di klinik. Paginya ibu ini di endorfin massage sama Mba Erie dan dipijat akupresur untuk mempercepat bukaan. Oia satu lagi, suaminya diminta untuk menyediakan nanas atau durian untuk induksi alami. Selama mba Erie yoga sama bumil lain termasuk saya, ibu ini nyaris tidak ada suaranya. Mungkin karena memang masih bisa ditahan rasa mulesnya. Sekitar jam 13.30 atau 14.00 saat saya masih ngobrol dengan mba Erie, kedengeran suara merintih dari si Ibu. Mba Erie langsung vt dan ternyata sudah bukaan 4. Setelah itu, saya ditinggal berdua sama suami karena mba Erie sudah siap-siap untuk persiapan melahirkan si ibu. Kolam mulai dipompa dan air mulai disiapkan. Sekitar 15 menit kemudian, si ibu sudah masuk ke kamar bersalin. Saya sempat ngelongok sebentar dan melihat si ibu masih diusap-usap pinggangnya oleh asisten mba Erie. Setelahnya saya tidak tahu prosesnya karena saya makan sama suami. Selesai makan, saya ngintip lagi, si ibu sudah masuk kekolam. Waow, sudah masuk kolam berarti bukaan sudah lengkap dan debay sudah siap untuk lahir. Cepat sekali kan bukaannya?! Ga perlu pake infus dan obat, cukup nanas😀

Saat itu, saya lihat keinginan si ibu untuk mengejan kuat sekali. Setiap mules datang, dia bisa mengejan 2-3 kali. Cuma sepertinya si ibu ini kurang latihan nafas jadi nafasnya pendek-pendek. Si ibu udah muter-muter dari jongkok, duduk, jongkok lagi, duduk lagi, tapi kepala debay tetep ga mau keluar seluruhnya. Ada sekitar 20 menit kepala ini ga bertambah turun. Ibu udah keliatan panik dan capek ngeden. Si ibu duduk lagi, diminta untuk pegang kepala bayinya yang sudah keluar. Abis itu sepertinya ada recharge energi untuk ngeden, langsung jongkok dan memang kepala debay semakin turun walau belum keluar semua. Di sela kontraksi  si ibu ini makan nanas lagi. Dan mba Erie bilang ke si ibu untuk ambil nafas panjang, dorong di perut untuk melahirkan kepalanya. Pas jam 15.30 setelah adzan solat Ashar, akhirnya dengan posisi ibu  jongkok, kepala debay keluar semua diikuti dengan seluruh badannya dan langsung ditangkap asisten mba Erie (karena mba Erie jadi pegangan si ibu ngeden). Asistennya langsung bilang “ooo, kelilit ya dek. Makanya susah banget”. Dan saya, jangan ditanya lagi, langsung mewek sejadi-jadinya.

Waktu pertama diangkat dari air, si debay ga nangis kenceng kayak cerita-cerita yang pernah saya denger. Tapi merintih. Wajahnyapun terlihat letih. Ya, memang debay pasti juga capek mencari dan membuka jaln lahirnya sendiri dari malam sebelumnya. Saat diletakkan di dada ibunya untuk IMD, debay ini juga cuma merintih sambil mengatur nafasnya. Hebatnya, si ibu langsung terlihat segar setelah melihat debay. Oia, perineum ibu ini utuh lho. Eh saya udah bilang belum kalau ini VBAC (Vaginal Birth After Cesarian). Ya ibu ini pernah melahirkan sebelumnya melalui cesar.

Selesai observasi si ibu, mba Erie nyamperin saya lagi. Trus cerita kalau ibu ini baru datang saat usia hamilnya 34 minggu (debay lahir saat 39minggu) dan ngotot mau lahiran alami. Ibu ini Cuma diberitau tetangganya yang sukses VBAC di tempat Mba Erie juga. Padahal sebelumnya ibu ini tidak tahu apa itu gentle birth dan apa saja pemberdayaan diri yang harus dilakukan. Tapi nyatanya, ibu ini bisa melahirkan dengan cepat, normal dan minim trauma bahkan tanpa robekan perineum. Mba Erie juga menambah semangat saya dengan bilang, kalau ibunya dari hamil sudah melakukan pemberdayaan diri pasti proses melahirkannya lebih mudah dan cepat.

Jadi ayooooo nak kita jalan kaki, yoga, perineum massage, pelvic rocking biar lahirnya lancar dan sehat.

We can do it son :*

(satu lagi yang kelupaan, ojek yang udah janji jemput akhirnya ga dateng dan saya jadi pulang malem dianter mba Erie ke stasiun. Luvyu deh Mba :*)

2 thoughts on “(nonton) Water Birth

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s