Beranda » My Story » My pregnancy » Kencan sama dokter #7

Kencan sama dokter #7

Kencan kali ini ada diawali tragedi ada yang pingsan diruang periksa. Semua yang diruang tunggu sudah mengira kalau bumil yang lagi diperiksa yang pingsan. Perawat-perawat sudah panik, ambil tabung oksigen, siapin kursi roda, teh manis. Ternyata…yang pingsan adalah salah satu perawat😀. Mungkin karena banyaknya pasien, mbak perawat ini sampai lupa makan, lemes dan pingsanlah dia.

Oia, bagaimana saya dapet antrian juga harus diceritakan tuh. Si mas udah antri dari jam 7 pagi dan udah dapet nomer antrian 17, padahal pendaftaran pasien baru dibuka jam 8 tepat. Kata mas, udah banyak pula bumil-bumil yang antri dari pagi. Dan lucunya, waktu sore saya antri untuk periksa ada bumil yang baru dateng dan mau langsung antri aja. Pake maksa pula. Hadeh, ga update banget niy si ibu. Dikiranya dr. Bob masih kayak dulu yang ga banyak pasien.

Antri periksa kali ini adalah antrian yang paling cepat diantara sebelumnya karena saya cuma menunggu 2 pasien dan saya langsung dipanggil. Seperti biasa, saat masuk ruang periksa dr. Bob sibuk dengan HP/ BBnya. Saat mulai memeriksa baby kecuil, dr. Bob cerita kalau mempertahankan janin sampai 40minggu sama dengan ngupil menggunakan jempol. Karenanya dr. Bob selalu menyarankan pasien-pasiennya melahirkan di minggu ke-37, biasanya dengan induksi infus. Periksa kali ini saya juga mulai mencari tahu tentang SOP di kliniknya. Saya dan suami bertanya tentang delayed cord clamping yang sekarang mulai disarankan oleh WHO. Jawaban dari dr. Bob secara tersirat bilang kalau beliau tidak setuju dengan praktek tersebut. Beliau menganalogikan peredaran darah bayi adalah jalan biasa yang bisa dilewati kendaraan-kendaraan kecil seperti bajaj. Dan setelah lahir, peredaran darah bayi akan berubah seperti manusia lainnya yang melewati paru-paru atau beliau analogikan sebagai jalan protokol dimana bajaj-bajaj tidak bisa lewat. Ketika tali pusat langsung dipotong maka peredaran darah akan langsung melalui paru-paru. Jadi darah-darah kotor atau dalam analoginya bajaj yang harus dibuang di hati tidak banyak. Sedangkan kalau ditunda pemotongan tali pusatnya, maka akan masih banyak banyak yang lewat dan akan membuat kerja hati semakin berat membuang kotoran-kotoran dalam darahnya.

Waduh, salah satu poin birth plan saya tidak sesuai sama SOP dr. Bob. Saya ingin menunda pemotongan tali pusat bukan karena ikut tren, selain karena alasan-alasan medis yang bagus untuk mengawali hidupnya. Saya ingin membuktikan pernyataan yang menyebutkan bahwa bayi yang tali pusatnya ditunda pemotongannya akan lebih tenang setelah lahir. dr. Bob juga nyinggung tentang water birth, beliau juga tidak setuju dengan water birth karena alasan susah untuk nakes melakukan tindakan. Wah, wah ini juga ga sesuai dengan impian melahirkan saya. Sepertinya PR saya bertambah, saya harus mencari Nakes di Jakarta yang bisa memfasilitasi apa yang saya inginkan dalam proses persalinan – melahirkan. Ya, untuk berjaga jaga saja jikalau ternyata baby kecuil ini  ingin lahir lebih cepat sebelum saya cuti.

Oia, tulisan saya diatas bukan berarti saya mengatakan kalau dr. Bob tidak bagus ya SOP di kliniknya. Disela-sela antri, saya terkadang masuk kekamar perawatan atau ke inkubator untuk ngobrol dengan ibu-ibu yang baru melahirkan disana. Bahkan saat periksa kali ini ada bumil yang datang keklinik sudah bukaan 8, dan sekitar 1 jam kemudian bukaan sudah lengkap. Cuma saat proses melahirkannya saya sudah pulang jadi tidak tahu gimana kelanjutannya. Banyak juga yang sudah share pengalaman melahirkan diklinik dr. Bob seperti cerita ini.

Hanya saja kurang sejalan dengan persalinan impian saya. Jadi mohon untuk lebih bijak menyikapi tulisan saya yang mungkin sedikit provokatif😀 .

okeh, artinya saya harus terus berdayakan diri, terus belajar, terus bertanya agar tercapai proses persalinan yang saya impikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s